Senin, 06 Juli 2015

KASUS PERTUMBUHAN PENDUDUK

KASUS PERTUMBUHAN PENDUDUK DI PULAU DEWATA

Denpasar - Jumlah penduduk Pulau Bali melebihi jumlah ideal penduduk. Bali yang memiliki luas wilayah 5.632,8 kilometer persegi, daya dukung idealnya hanya 1,5 juta jiwa. Namun kenyataannya kini berpenduduk 4,1 juta jiwa. Penduduk hampir tiga kali lipat dari daya dukung ideal itu, tidak termasuk sekitar empat juta wisatawan dalam dan luar negeri yang berlibur ke Bali setiap tahunnya. Kondisi tersebut menyebabkan kepadatan penduduk sangat tinggi yakni rata-rata 690 jiwa/kilometer persegi. Khusus Kota Denpasar kepadatan penduduk itu mencapai 6.170 orang setiap kilometer persegi, hampir sepuluh kali lipat dari rata-rata Bali. Penduduk Bali yang melebihi daya dukung itu akibat daerah ini menjadi sasaran pendatang dari sejumlah daerah di Indonesia yang ingin mengadu nasib. Para pendatang ke Bali setiap tahunnya diperkirakan lebih dari 25.000 jiwa, jauh lebih tinggi dari kelahiran secara alamiah. Lebih-lebih Bali cukup berhasil dalam program keluarga berencana (KB), sehingga angka kelahiran dapat dikendalikan. Namun pada sisi lain, Bali menghadapi masalah yang cukup berat dan rumit menghadapi penduduk pendatang, terutama yang tidak memiliki keterampilan serta tidak dilengkapi dengan identitas diri. Selain itu penduduk yang melampaui daya dukung cukup menyulitkan dalam mewujudkan keseimbangan lingkungan di Pulau Dewata. Bali yang hanya 0,29 persen dari luas Indonesia memiliki unsur lengkap, yakni empat buah danau, sungai, gunung dan kawasan hutan yang membentang dari arah barat ke timur.

SOLUSI

Berdasarkan permasalahan tersebut solusi yang dapat diberikan dengan memperluas kesempatan kerja dimana terdapat sebuah training di setiap perusahaan agar sdm yang kurang berpengalaman dapat memaksimalkan kinerjanya

TEORI PERTUMBUHAN PENDUDUK

TEORI PERTUMBUHAN PENDUDUK

1.      Pengertian Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutandemografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhanpenduduk dunia.
Model pertumbuhan penduduk meliputi 
Model Pertumbuhan Malthusian dan model logistik.

2.      Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk Di Indonesia
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas) dan perpindahan penduduk (migrasi).
Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk dinamakan faktor non alami.Migrasi ada dua yaitu migrasi yang dapat menambah jumlah penduduk disebut migrasi masuk (imigrasi), dan yang dapat mengurangi penduduk disebut migrasi keluar (emigrasi).Sebelum kita membahas perkembangan jumlah penduduk Indonesia, terlebih dahulu perhatikanlah tabel di bawah ini.
Faktor penyebab utama ini adalah adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama kemajuan di bidang kesehatan. Dengan kemajuan teknologi kesehatan kelahiran dapat diatur dan kematian dapat dicegah. Ini semua mengakibatkan menurunnya angka kematian secara drastis atau mencolok.
Sesuai dengan tingkat kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi maka tiap-tiap masyarakat atau negara, pertumbuhan penduduknya mengalami 4 periode yaitu:
·                     Periode I
Pada periode ini pertumbuhan penduduk berjalan dengan lambat yang ditandai dengan adanya tingkat kelahiran dan kematian yang rendah sehingga disebut periode statis.
·                     Periode II
Tahap kedua ini angka kematian mulai turun karena adanya perbaikan gizi makanan dan kesehatan. Akibat dari itu semua pertumbuhan penduduk menjadi cepat mengingat angka kelahiran yang masih tinggi.

·                     Periode III
Periode ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan penduduk mulai turun. Tingkat kematian pada periode ini stabil sampai pada tingkat rendah dan angka kelahiran menurun, penyebabnya antara lain adanya pembatasan jumlah anggota keluarga.
·                     Periode IV
Pada masa ini tingkat kematian stabil, tetapi tingkat kelahiran menurun secara perlahan sehingga pertumbuhan penduduk rendah. Periode ini di sebut periode penduduk stasioner.
Dari empat periode di atas, pertumbuhan penduduk Indonesia berada pada periode kedua dan sekarang sedang menuju periode ketiga.

Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk di Indonesia antara lain :
a.
Kelahiran (Natalitas)
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
1)       Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu
2)       Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
3)       Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
4)       Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
5)       Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada  anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
1)      Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
2)      Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
3)      Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
4)      Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
5)      Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
6)      Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran.
Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Faktor-faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara lain:
1)
Kepercayaan dan Agama
Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak.
2)
Tingkat Pendidikan
Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional.
3)
Kondisi Perekonomian
Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.
4)
Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran.
5)
Adat Istiadat di masyarakat
Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk. Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya, sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.
6)
Kematian dan Kesehatan
Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.
7)
Struktur Penduduk
Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia).
b.
Kematian (Mortalitas)
Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran.
Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).

a)
Faktor Pendukung kematian (pro Mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:
·         Sarana kesehatan yang kurang memadai.
·         Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan 
·         Terjadinya berbagai bencana alam
·         Terjadinya peperangan
·         Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
·         Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
b)
Faktor penghambat kematian (Anti Mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
·         Lingkungan hidup sehat.
·         Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
·         Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
·         Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
·         Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.


KASUS SUMBER DAYA ALAM

Kasus Kabut Asap Riau Merupakan Pencemaran Udara

Kasus kabut asap di Riau bukan termasuk bencana alam melainkan pencemaran udara akibat ulah manusia. Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, atau komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara ambien turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya. Kasus asap saat ini di Riau makin parah menyusul seluas 11.128 hektare lahan hutan dan perkebunan serta semak belukar di Provinsi Riau telah terbakar sejak empat pekan terakhir, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sedangkan satelit NOAA 18 milik Amerika yang dioperasikan Singapura pada Selasa (4/3) mendeteksi 48 titik panas (hotspot) di daratan Sumatera, 27 titik --jumlah ini terus meningkat-- di wilayah Provinsi Riau. Bertambahnya titik api di Riau membuktikan penanganannya sangat lambat disertai alasan klise tidak ada dana dan kemampuan mematikan titik-titik api yang ada.Bagaimana solusi untuk mencegah pencemaran udara khususnya di daerah Riau. Dibawah ini akan dijelaskan solusi untuk mencegah pencemaran udara di Riau semgoga saja dapat menyelesaikan kasus tersebut.

SOLUSI

Berdasarkan dari permasalahan tersebut cara mengatasi pencemaran udara dapat dilakukan dengan mengubah perilaku masyarakatnya terlebih dahulu, jangan hanya ingin menggunakan cara yang cepat, murah dan mudah namun tidak memikirkan dampak yang terjadi di kemudiannya. 

TEORI SUMBER DAYA ALAM

TEORI SUMBER DAYA ALAM


1.                  Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam yang dapat digunakan untuk kepentingan hidupnya. Bagi manusia, hakikat sumber daya alam sangat penting baik sumber daya alam yang berupa benda hidup (hayati) maupun yang berupa benda mati (non hayati). Kedua macam sumber daya alam tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Suatu negara yang banyak sumber daya alamnya maka negara tersebut akan menjadi negara yang kaya.
Pemanfaatan sumber daya alam ditentukan berdasarkan kegunaan sumber daya alam tersebut bagi manusia. Oleh karena itu, nilai suatu sumber daya alam juga ditentukan oleh nilai kemanfaatannya bagi manusia. Misalnya lahan pertanian yang subur dapat dijadikan daerah pertanian yang potensial.
Manusia (penduduk) suatu negara merupakan sumber daya bagi negara tersebut karena manusia dapat memberikan manfaat bagi negaranya, seperti tenaga kerja, kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi yang dapat meningkatkan ekonomi negara.

2.                  Penggolongan Sumber Daya Alam
Sumber daya alam dapat diolongkan sebagai berikut :
A. Sumber Daya Alam Berdasarkan Asalnya

a.       Sumber daya alam organik (biotik), yaitu sumber daya alam yang berasal dari kehidupan.

Contoh : batu bara, minyak bumi
b.      Sumber daya alam anorganik (abiotik), yaitu sumber daya alam yang bukan dari kehidupan. Contoh : Timah, bauksit, besi dan gas mulia.
B. Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat Kelestariannya
a.       Sumber Daya Alam Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat diperbarui yaitu semua kekayaan alam yang mudah diadakan kembali jika habis. Contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah hewan, tumbuhan, air, udara, dan zat hara. Pemanfaatan sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah sebagai berikut :
1)    Bahan pangan adalah bahan makanan yang berguna untuk mencukupi akan kebutuhan makanan bagi manusia. Beberapa contoh sumber daya alam yang dipergunakan untuk bahan pagan antara lain :
a)    Kedelai untuk membuat kecap, tahu dan tempe.
b)    Gandum untuk membuat terigu.
c)    Ayam dan bebek untuk diambil telur dan dagingnya
d)    Sapi dan kambing untuk diambil susu dan dagingnya.
2)    Bahan sandang adalah bahan pakaian. Beberapa sumber daya alam yang dijadikan untuk bahan sandang antara lain:
a)    Serat kapas untuk membuat kain katun.
b)    Serat kepompong ulat sutra untuk membuat kain sutra.
c)    Serat rambut domba untuk membuat kain wol.

3)    Contoh sumber daya alam yang digunakan untuk peralatan rumah tangga antara lain:

a) Kayu jati dan rotan untuk membuat  tempat tidur, lemari, meja dan kursi
b)  Kayu sengon untuk membuat centong, dan perabot rumah tangga lainnya
4)    Obat tradisional dan produk perawatan tubuh
a)    Mengkudu untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
b)    Lidah buaya untuk membuat sampo.
c)    Rumput laut untuk bahan kosmetik dan sebagainya.
5)    Bahan Bangunan
a)    Tanah liat untuk membuat batu bata dan genting.
b)    Pasir untuk bangunan rumah dan batako.
6)    Peralatan Olah Raga
a)     Bulu angsa untuk membuat sutlecook.
b)    Rotan untuk membuat Holahop dan bola sepak takraw
b.      Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah semua kekataan alam yang jika sudah habis sulit diadakan kembali. Contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah minyak bumi, gas alam, batu bara, barang tambang mineral dan barang tambang non mineral.
Beberapa contoh pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah :
1)      Minyak bumi, gas alam dan batu bara untuk bahan bakar
2)      Barang  tambang logam
Barang tambang logam dimanfaatkan untuk :
a)   Emas dan perak untuk perhiasan.
b)   Alumunium untuk peralata dapur, pembungkus makanan, dan badan pesawat terbang.
c)   Besi untuk tiang bangunan, pagar rumah dan lain-lain.
d)  Tembaga untuk bahan kawat dan kabel.
e)   Nikel untuk membuat bahan campuran logam.
f)    Perunggu untuk membuat patung.
Barang tambang non logam dimanfaatkan untuk :
a)      Gipsum untuk bahan cat tembok.
b)      Intan untuk perhiasan.
c)      Belerang untuk bahan obat-obatan.
d)     Grafit dan karbon untuk membuat pencil.
e)       Asbes untuk atap rumah.
f)       Aspal untuk pengeras jalan
C.   Sumber Daya Alam Berdasarkan Pemanfaatannya
1)      Sumber daya alam ruang, yaitu tempat yang diperlukan manusia dalam hidupnya. Makin besar kenaikan jumlah penduduk maka sumber daya alam ruang makin sempit dan sulit diperoleh. Ruang dalam hal ini dapat berarti ruang untuk areal peternakan, pertanian, perikanan, ruang tempat tinggal, ruang arena bermain anak-anak, dan sebagainya.
2)      Sumber daya alam materi, yaitu bila yang dimanfaatkan oleh manusia adalah materi sumber daya alam itu sendiri.
Contoh: Mineral magnetit, hematit, limonit, siderit, dan pasir kuarsa
dapat dilebur menjadi besi/baja yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, di antaranya untuk kerangka beton, kendaraan, alat rumah tangga, dan lain-lain.
3)      Sumber daya alam energi, yaitu energi yang terkandung dalam sumber daya alam. Bahan bakar minyak (bensin, solar, minyak tanah), batu bara, gas alam, dan kayu bakar merupakan sumber daya alam energi karena manusia menggunakan energinya untuk memasak, menggerakkan kendaraan, dan mesin industri.
4)      Sumber daya alam hayati, yaitu sumber daya alam berbentuk makhluk hidup, yaitu hewan dan tumbuhan. Sumber daya alam tumbuh-tumbuhan disebut sumber daya alam nabati, sedang kan sumber daya hewan disebut sumber daya hewani


Sabtu, 04 Januari 2014

Harapan 2014

TAUFIK AKBAR. S
2ID01
ILMU SOSIAL DASAR

RESOLUSI 2014

Happy New year 2014, pastinya harapan yang diinginkan tentunya melihat kedua orang tua sehat, berumur panjang, sukses dan bahagia. Banyak orang mengatakan  tahun ini merupakan sebagai tahun pemilu dan insyaallah ayah saya mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor, tentunya saya berharap besar ditahun ini dapat diberi kemudahan dalam pelaksanaannya tersebut dan diberi kemenangan sehingga dapat duduk di kursi tersebut.
Selain dari itu di tahun ini mungkin saya akan mengubah sedikit dari segi kepribadian dan fisik, dalam segi kepribadian mungkin saya akan merubah dari cara pikir saya seperti tidak menyalin tugas teman, menghilangkan sikap gengsi atau bisa dibilang saya ini orangnya pemalu, lebih meningkatkan rasa percaya diri dan solidaritas terhadap teman. Sedangkan bila dari segi fisik mungkin saya ingin memperkecil lingkar perut yang semakin membesar atau bisa dibilang lepas kontrol terhadap makan, kemudian rajin berolahraga dan tentunya yang lebih penting itu berhenti ketergantungan terhadap rokok.
Ada pula yang ingin saya coba di tahun ini seperti masuk kedalam anggota keorganisasian, mengapa? Karena pada dasarnya saya memiliki sifat malas dan saya sering gugup bila berbicara didepan umum maka dari itu mungkin dengan saya masuk dapat merubah hal tersebut. Lalu mungkin yang terakhir saya ingin mencoba untuk menghasilkan uang sendiri, besar kecilnya mungkin untuk saat ini tidak masalah tetapi saya hanya ingin mendapatkan pengalaman yang lebih, saya ingin merasakan atmosfir yang terjadi ketika kegiatan tersebut berlangsung, akan tetapi mungkin untuk harapan yang terakhir ini orang tua tidak mendunkung tapi saya akan memberi pengertian kepada mereka bahwa diperlukan banyak pengalaman untuk menjadikan seseorang tangguh.